Home » Agama » Taufiq dan Hidayah ?

Taufiq dan Hidayah ?

Tempo hari, seorang kawan saya yang mengajar mata kuliah Agama Islam mendapatkan pertanyaan dari mahasiswanya. Pertanyaan tersebut adalah “Apa perbedaan dari taufiq dan hidayah?”.

Saya ikut tergelitik mengingat banyaknya muslim Indonesia sangat sering menggunakan kalimat “wa billahit taufiq wal hidayah”, dan sampai saat ini saya nggak paham artinya. Hahaha.

Sekilas kedua kata tersebut artinya merujuk pada kata “petunjuk” dalam Bahasa Indonesia. Tentu tidak sesederhana itu, karena terjemah “kasar” dalam Bahasa Indonesia semacam itu akan mereduksi pengertian dan ke-khas-an kata dalam bahasa asalnya. Ambil contoh terjemah menjadi kata “jatuh” akan mereduksi arti dari “tibo”, “njelungup”, “nggeblak”, “ngglempang”, “mblasak”, dan kata-kata lain dalam Bahasa Jawa yang mirip dengan “jatuh”, namun hakekatnya memiliki arti yang lebih spesifik dari “jatuh” dalam Bahasa Indonesia.

Karena saya tidak tahu kira-kira buku dan kitab apa yang membahasnya, akhirnya saya menggunakan cara yang sering dipakai oleh anak muda kekinian dalam belajar agama. Yups! Googling! hahahaha.

Pengertian-pengertian yang ada dalam situs-situs berbahasa Indonesia cenderung membedakan hidayah sebagai sesuatu yang berbeda dengan taufiq. Banyak penjelasan situs-situs tersebut yang kurang memuaskan saya.

Akhirnya saya iseng mengetikkan di Google kata “hidayah” dan “taufiq” dengan huruf Arab. Saya mulai menscroll dan mencari pengertian-pengertian yang disampaikan dalam situs-situs hasil pencarian Google.

Akhirnya saya dapatkan penjelasan yang cukup memuaskan saya di situs tanya jawab berikut ini.

Dengan berbekal Bahasa Arab yang pas-pasan, saya mencoba menerjemahkan pengertian hidayah dan taufiq pada situs tersebut. Sesekali mentok saya akhirnya mencoba bantuan google translate. Tapi hasil dari Google Translate sangat kacau dan malah mengaburkan arti, sehingga saya memakai Kamus Al-Munawwir karya Mbah Yai Warson Munawwir milik istri (yang dibeli saat galau mau ngasih nama ke anak kami) untuk membantu proses penerjemahan tersebut.

Ternyata itu saja tidak cukup. Satu saat saya ketemu dengan kata “irsyad” dan “dalalah” yang kurang lebih artinya adalah sama dengan “petunjuk”. Bingung juga membedakan keduanya, padahal keduanya dipakai secara bersamaan dengan di-konjungsikan memakai kata “wa”. Akhirnya masalah bisa diselesaikan dengan membuka Kamus Al-Munawwir sinambi berdiskusi dengan istri yang memang kemampuan Bahasa Arab-nya lebih baik dari saya.

Berikut adalah garis besar terjemah dari situs tanya jawab versi saya.

Apa perbedaan dari Taufiq dan Hidayah?

Menurut ahli ilmu, hidayah ada 4 macam.

Pertama,hidayah berupa insting (الهداية الغريزية): Tuhan membimbing makhluk untuk kelangsungan hidupnya dan “apike panguripane”.

Dalil, surat Toha.

[الذي أعطى كلّ شيء خلقه ثمّ هدي [ طه : 50

yang berarti Tuhan membimbing pada kemaslahatan makhluknya di dunia
contoh: bayi diberi insting mencari payudara, membimbing burung, hewan dll utk kemaslahatan masing-masing.

Kedua, hidayah yg berarti petunjuk (dalalah, irsyad) dari yang lain, utk kemaslahatan seorang hamba di dunianya atau akhiratnya, atau keduanya. Hidayah semacam ini paling banyak muncul di Quran.

Contohnya surat Al-Ro’d

[ولكل قوم هاد [ الرعد : 7

Yg berarti setiap kaum memiliki petunjuk, petunjuk yg dimaksud adalah petunjuk jalan hidup.

Ketiga, hidayah berjenis taufiq. Adalah jenis hidayah khusus. Hidayah berjenis taufiq ini khusus datang dari Tuhan. Rasul2 adalah “hudatun”, yg berarti mereka menunjukkan (yadulluna) dan membimbing (yarsyudun) umat, tetapi si umat tadi dapat hidayah taufik itu urusannya Tuhan. Seperti dalam surat Hud

[وما توفيقي إلا بالله [ هود : 88

Taufiq semacam ini hak prerogatif tuhan. Ayat2 lain yg “diduga” terkait dengan taufik semacam ini adalah (kedua ayat ini tidak spesifik menyebut kata “taufiq”, tapi diduga terkait dengan definisi taufiq yang dimaksud) pada surat Al-Qasas dan Al-Syuura.

[إنك لا تهدي من أحببت ولكنّ الله يهدي من يشاء [ القصص : 56
وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ما الكتاب ولا الإيمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم ــ صراط الله الذي له ما في السماوات وما في الأرض ألا إلى الله تصير الأمور [ الشورى : 52 ـ 53

Sepertinya hidayah berjenis taufiq adalah hidayah yg dapat membuat seorang hamba menjadi taat pada Tuhan, dijauhkan dari setan, dijauhkan dari keburukan. Dan hidayah jenis ini adalah hak penuh Tuhan.

Keempat, hidayah yang ada di surat Muhammad dan Shoffat, yakni hidayah khusus untuk ahli surga dan ahli neraka. Intinya Tuhan akan “menunjukkan” jalan ke surga dan neraka bagi masing2 ahlinya.

Yang surga:

[سيهديهم ويصلح بالهم ـ ويدخلهم الجنة عرّفها لهم [ محمد : 5 ـ 6

Yang neraka:

[من دون الله فاهدوهم إلى صراط الجحيم ـ وقفوهم إنهم مسئولون [ الصافات : 23 ـ 24

Dari sumber ini, disimpulkan bahwa taufiq adalah salah satu varian hidayah. Varian yang spesial karena merupakan hak prerogatif Tuhan.

والله اعلم

Yup, selesai sudah terjemahan situ tersebut. Akhirnya pertanyaan mahasiswa teman saya itu bisa saya jawab.

Namun secara keilmuan saya mengakui bahwa pengertian taufiq dan hidayah yang saya ambil dari situs validitasnya masih perlu dipertanyakan. Ini dikarenakan sumber yang diambil “hanyalah” dari situs website. Ngaji dengan “googling” semacam ini tidak bisa dipercaya 100%. Hasil pengajian “googling” harus divalidasi ulang dengan bertanya pada Kiai-Kiai yang lebih mendalam ilmunya dalam agama, atau dengan meng-cross-check-annya dengan kitab-kitab yang mu’tabar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s